- DEFINISI
Penyakit yang ditularkan lewat air mikroorganisme penyebab penyakit dapat
ditemukan di udara, darat, dan air. Air yang tercemar oleh mikroorganisme
berbahaya dapat menjadi sumber beragam penyakit, apabila mikroorganisme tersebut
langsung menginfeksi tubuh kita.
Di dunia kedokteran, penyakit typhus
dikenal juga dengan nama typhus abdominalis. Typhus abdominalis merupakan
penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Typhus
merupakan salah satu bentuk salmonellosis yaitu penyakit yang disebabkan oleh
infeksi Salmonella.
Typhus Abdominalis atau yang lebih dikenal dengan demam tifoid atau tifes
dalam bahasa kita adalah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang usus halus
yang disebabkan oleh bakteri Salmonella
typhi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga
orang dewasa dan orang tua, laki-laki maupun wanita. Penyakit ini diakibatkan oleh kurang memelihara kebersihan lingkungan dan
mengonsumsi makanan yang tidak higienis.
Siklusnya cukup panjang sehingga dalam 1-2 hari banyak yang belum
merasakannya. Setelah dites baru terbukti terjadi peradangan saluran cerna.
- EPIDEMIOLOGI
Demam tifoid menyerang penduduk di semua negara. Seperti penyakit menular
lainnya, tifoid banyak ditemukan di negara berkembang yang higiene pribadi dan
sanitasi lingkungannya kurang baik. Prevalensi kasus bervariasi tergantung dari
lokasi, kondisis lingkungan setempat, dan perilaku masyarakat. Angka insidensi
di Amerika Serikat tahun 1990 adalah 300-500 kasus per tahun dan terus menurun.
Prevalensi di Amerika Latin sekitar 150/100.000 penduduk setiap tahunnya,
sedangkan prevalensi di Asia jauh lebih banyak yaitu sekitar 900/10.000
penduduk per tahun. Meskipun demam tifoid menyerang semua umur, namun golongan terbesar
tetap pada usia kurang dari 20 tahun.
Epidemiologi penyakit
Demam Typus pada manusia dipengaruhi :
·
Berkembang karena iklim
yang dingin
Terjadinya
penyakit yang merupakan penyakit menular ini tidak memandang musim, baik musim
kemarau maupun penghujan.
·
Populasi manusia yang
padat
Penyakit
demam tifoid ini mendunia, artinya terdapat di seluruh dunia. Tetapi lebih
banyak di negara sedang berekembang di daerash tropis, seperti Indonesia .
Penyakit tifus merupakan endemik di Indonesia . Penyakit ini termasuk penyakit
menular, yang mudah menyerang banyak orang, sehingga dapat menimbulkan wabah.
·
Sanitasi yang buruk
Sumber penyebab hepatitis,
lebih banyak disebabkan kuman yang menempel di bekas cucian gelas, sendok,
piring dan sebagainya dengan kondisi air cucian yang tak diganti, tangan yang
kotor. Bakteri ini umumnya terdapat dalam makanan yang sudah basi, daging
mentah, maupun kotoran. Penularan penyakit ini melalui makanan yang tercemar. Hati-hati bagi yang sering dimasakin oleh tukang warung makan. Kadang
kebersihan makanan kurang terjamin.
- ETIOLOGI
Penyebab demam tifoid adalah
bakteri Salmonella typhi. Salmonella
adalah bakteri Gram negatif, tidak berkapsul, mempunyai flagea, dan tidak membentuk
spora. Kuman ini mempunyai tiga antigen yang penting untuk pemeriksaan
laboratorium, yaitu :
Antigen O (somatik)
Antigen H (flagela), dan
Antigen K (selaput)
Bakteri ini akan mati pada
pemanasan 57°C selama beberapa menit.
Manifestasi klinis demam
tifoid tergantung dari virulensi dan daya tahan tubuh. Suatu percobaan pada
manusia dewasa menunjukkan bahwa 107 mikroba dapat menyebabkan 50%
sukarelawan menderita sakit, meskipun 1000 mikroba juga dapat menyebabkan
penyakit. Masa inkubasinya adalah 10-20 hari.
- GEJALA
Pada umumnya, mereka yang terinfeksi penyakit ini akan mengalami keluhan
dan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan
menurun, sakit perut, diare atau sembelit (sulit buang air besar). Suhu tubuh
meningkat terutama pada sore dan malam hari. Ciri-ciri umum orang terkena typus adalah awalnya pusing seperti mau flu,
demam disertai nyeri, mual dan lemas, panas, perut terasa mual dan sebah
(penuh), badan terasa tidak enak dan lekas capek. Warna air kencingnya kecoklatan seperti teh dan matanya pun menjadi kuning.
Sedikit tentang typus Kenali gejala
tipus (thypus abdominal atau typhoid fever) yang tergolong berat dan berbahaya.
Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tipus
kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu.
Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tipus umumnya muncul sore dan
malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum
obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa
buang air beberapa hari.
Pada paratipus – jenis tipus yang lebih ringan – mungkin sesekali mengalami
buang-buang air . Jika diamati, lidah tampak berselaput putih susu, bagian
tepinya merah terang. Bibir kering, dan kondisi fisik tampak lemah, serta nyata
tampak sakit. Jika sudah lanjut, mungkin muncul gejala kuning, sebab pada tipus
organ hati bisa membengkak seperti gejala hepatitis. Pada tipus limpa juga
membengkak.
Kuman tipus tertelan lewat makanan atau minuman tercemar. Bisa jadi
sumbernya dari pembawa kuman tanpa ia sendiri sakit tipus. Kuman bersarang di
usus halus, lalu menggerogoti dinding usus. Usus luka, dan sewaktu-waktu tukak
tipus bisa jebol, dan usus jadi bolong. Ini komplikasi tipus yang paling ditakuti. Komplikasi tipus umumnya muncul
pada minggu kedua demam. Yaitu jika mendadak suhu turun dan disangka sakitnya
sudah menyembuh, namun denyut nadi meninggi, perut mulas melilit, dan pasien
tampak sakit berat. Kondisi begini membutuhkan pertolongan gawat darurat, sebab
isi usus yang tumpah ke rongga perut harus secepatnya dibersihkan. Untuk tahu
benar kena tipus harus periksa darah. Setelah minggu pertama demam tanda
positif tipus baru muncul di darah.
Penyakit tipus mudah disembuhkan. Jika tak mempan obat konvensional
golongan chloramphenicol, kini sudah ada beberapa generasi obat baru. Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah
didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di
rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhuturun, nadi meninggi, dan perut
mulas melilit. Makanan tak selalu harus lunak, asal jangan jenis yang
merangsang. Waspadai jika buang air ada darahnya, tanda awal usus jebol, dan
demamnya muncul lagi, dan kondisi pasien cepat menurun setelah sebelumnya
tampak menyembuh. Tipus bisa kambuh. Tandanya, demam yang sama muncul lagi
setelah mereda. Kemungkinan kuman tipusnya tersasar ke kandung empedu. Tipus
begini biasanya lebih sukar disembuhkan. Sebagian dari kasus tipus menjadi
pembawa kuman tipus.
Gejala klinis pada anak-anak biasanya lebih ringan daripada orang dewasa.
Masa tunas rata-rata 10-20 hari. Namun bisa juga hanya 4 hari, jika
terinfeksinya melalui kuman yang ada di makanan. Selama masa inkubasi akan
ditemukan gejala-gejala yang mungkin mirip dengan penyakit lain, seperti tidak
enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. Gejala klinis
yang ditemukan setelah masa inkubasi lewat adalah demam tinggi, biasanya malam
lebih tinggi daripada siang, dan ini terjadi terus menerus, bisa sampai tiga
mingguan. Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap, bibir
kering dan pecah-pecah. Juga ditemukan lidah ditutupi selaput putih kotor.
Sering ditemukan perut kembung, dan konstipasi alias tidak buang air besar selama
beberapa hari. Biasanya juga disertai gangguan kesadaran, bahkan penderita
dapat kehilangan kesadaran bila penyakit ini tidak tertangani dengan baik.
Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik, atau diketahui dalam
keadaan sudah parah dapat menimbulkan
komplikasi atau akibat yang cukup berbahaya,
baik di usus maupun di organ selain usus. Misalnya terjadi perdarahan usus,
atau bahkan usus bisa berlubang. Sementara pada organ di luar usus dapat
menimbulkan komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru, ginjal,
hepar, dan jga sistem kesadaran.
- PENULARAN
Penularan penyakit adalah melalui air dan makanan. Kuman salmonela dapat
bertahan lama dalam makanan. Penggunaan ait minum secara masal yang tercemar
bakteri sering menyebabkan terjadinya KLB. Vektor berupa serangga juga berperan
dalam penularan penyakit.
Penyakit tifus menular melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni
dan tinja penderita penyakit ini. Penyakit tifus dapat juga ditularkan oleh
kotoran yang dibawa oleh lalat dan kecoa dan menempel di tempat-tempat yang
dihinggapinya. Penularan
kuman terjadi melalui mulut, masuk ke dalam lambung, menuju kelenjar limfoid
usus kecil, kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Penyakit
typhus abdominallis sangat cepat penularannya yaitu melalui kontak dengan
seseorang yang menderita penyakit typhus, kurangnya kebersihan pada minuman dan
makanan, susu dan tempat susu yang kurang kebersihannya menjadi tempat untuk
pembiakan bakteri salmonella, pembuangan kotoran yang tak memenuhi syarat dan
kondisi saniter yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran
penyakit typhus.
- CARA PENANGGULANGAN DAN KONTROL
Pencegahan penyakit tifus dapat dilakukan dengan membiasakan melindungi
makanan dari hewan pembawa penyakit, seperti lalat, kecoa dan tikus; mencuci
tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan; serta menghindari
membeli jajanan di tempat-tempat yang kurang bersih.
Perawatan dan pengobatan
Penderita tifus perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi (supaya tidak
menularkan pada yang lain), observasi dan pengobatan. Penderita harus tetirah
alias baring tiotal minimal 7 hari bebas panas. Istirahat total ini dimaksudkan
untuk mencegah terjadinya komplikasi di usus. Selama perawatan, penderita juga diberi obat-obatan untuk mengurangi
gejala-gejala yang dialami penderita, seperti panas, sakit kepala, mual dan
sebagainya. Selain itu juga mendapat
obat yang akan membasmi kuman penyebab penyakit alias antibiotika. Juga diperlukan oleh penderita adalah pengaturan makanan. Untuk sementara,
makanan yang dikonsumsi adalah makanan lunak dan tidak banyak berserat. Sayuran
dengan serat kasar seperti daun singkong harus dihindari, termasuk juga
temennya daun singkong, yaitu sambel terasi yang pedes. Jadi harus dijaga benar
untuk memberi kesempatan kepada usus menjalani upaya penyembuhan. Kesembuhan penderita penyakit ini dipengaruhi berbagai hal, di antaranya
adalah umur, keadaan umum, tingkat kekebalan penderita, jumlah dan daya infeksi
kuman yang masuk tubuh, serta cepat dan tepatnya pengobatan.
Masalah penderita carrier
Masalah penderita carrier
Setiap orang yang terinfeksi kuman salmonella, akan mengekskresikan kuman
tersebut bersama dengan feses dan air seni selama beberapa waktu tertentu atau
sekitar tiga bulan. Jika hal ini terjadi terus menerus setelah lebih tiga bulan
maka yang bersangkutan dikatakan sebagai carrier. Orang yang menjadi carrier
ini merupakan sumber penularan penyakit tifus kepada orang lain. Kuman tifus
bisa tetap ada pada carrier tadi hingga lebih dari 1 tahun. Pembawa kuman ini
berbahaya jika profesinya pramusaji atau orang yang kerjanya menyiapkan makanan
dan minuman jajanan (food handler). Makanya, carrier kuman tifus tidak
diperbolehkan untuk bekerja di industri makanan.
Pencegahan
Pencegahan
Usaha pencegahan penyakit tifus ini dibagi dalam dua upaya, yaitu terhadap
lingkungan hidup dan manusianya sendiri. Penyediaan sarana air minum yang
memenuhi syarat, pembuatan jamban yang hygienis, pemberantasan lalat dan
pengawasan terhadap rumah makan dan penjual makanan adalah beberapa hal yang
dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sedangkan terhadap manusia dilakukan upaya imunisasi untuk memberikan
kekebalan tubuh yang kuat. Menemukan dan
mengawasi para carrier tifoid dan yang utama adalah pendidikan kesehatan kepada
masyarakat. Bila masyarakat memahami bahaya penyakit ini, maka masyarakat akan
berusaha untuk menjaga dirinya dan lingkungannya agar selalau bersih dan sehat.
Jika demikian halnya, kuman thyfus tidak akan menyerang. Sekarang tipus bisa dicegah dengan imunitas tipus. Penyakit tipus di
Indonesia masih banyak. Mereka yang punya risiko tertular, tidak salahnya ikut
vaksinasi.
Referensi
Chin, James, 2000. Manual Pemberantasan Penyakit Menular . Terjemahan : Dr.
I Nyoman Kandun, MPH, Edisi 17, WHO.
Widoyono. 2008. Penyakit Tropis :
Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Erlangga: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar